Nah, masalahnya kebanyakan orang tua (utamanya yang punya anak cewe) khawatir meninggalkan anaknya di kosan, malah lebih memilih menitipkan anaknya pada keluarganya. Padahal tindakan seperti itu malah membuat anak semakin manja dan tidak berkembang.
Eniwey, nda terasa dah hampir setahun sa tinggal di asrama (milih asrama soalnya lebih seru n pastinya murah =) ). Tapi dasar kata orang ibu kota lebih kejam dari ibu tiri.
Nah, buat teman-teman yang pengen mencari kos-kosan yang sehat, nih ada sedikit tips:
Kan enak nih kalau kos-an dekat dari kampus. Mau ke kampus, gampang, mau kerja kelompok, gampang, pokoknya semua jadi mudah plus ngurangin ongkos buat transportasi.
Kuliah di UNM trus kos di BTP. Wew betul-betul ujung-ke ujung ces.
2. Carilah kosan yang sudah berpenghuni (bukan penghuni hantu).
Nge-kos bukan berarti ingin hidup menyendiri. Sebagai mahasiswa tentu saja kita masih bergantung pada orang lain, misalnya, suatu saat pas pulang dari kampus perut kroncongan, pas lihat rice cooker malah kosong. Nah, inilah gunanya teman kos, tanya aja tetangga sebelah kamar siapa tahu ada yang punya makanan. Kan enak tuh yang gratisan. hehe
3. Cari tahu bagaimana keadaan "calon" tempat kos.
Main asal nge-kos tidak menjamin kesejahteraan hidup. Bisa saja kalau dilihat dari luar, tempat kos yang ingin kamu tinggali kelihatan "ngejreng". Tapi ternyata di dalamnya terdapat aturan yang terlalu menekan privasi anda. Misalnya, dilarang membawa TV masuk kamar atau Tamu hanya boleh diluar kamar. Hal ini tentunya akan sangat mengganggu anda yang sering bosan sendirian di kamar. Cari tahu juga bagaimana sifat pemilik kos. Jangan sampai over judes atau suka marah-marah, dan juga apakah penghuni kos tidak sering brantem atau berisik gak guna. Kos bisa jadi serasa neraka jika kondisinya seperti ini. Dan percayalah temanku. Kos juga bisa menjadi surga.
4. Cek fasilitas yang disediakan.
Hal yang paling utama yang saya maksudkan di sini adalah WC. Tidak usah terlalu berharap dapat WC semewah WC hotel bintang tujuh kalau budget yang kamu keluarkan tidak terlalu besar. WC dengan bak mandi and kloset cukuplah. Oh iya, lihat juga apakah disetiap kamar disediakan WC masing-masing atau WC berada di ruangan tertentu (misalnya ruangan tengah). Kamar kos dengan WC tentunya lebih baik dan sehat ketimbang kamar kos tanpa WC. Siapa sih yang mau antri kalau kebelet. Cari tahu juga apakah airnya bersih dan tidak sering macet. Jadi keingat iklannya aqua "Sekarang sumber air sudekat". Jadi, lebih dekat dengan sumber air lebih baik.
5. Tanya apakah ongkos sudah termasuk semua biaya.
Biasanya sih pemilik kos kaya' orang kampanya politik. Katanya semua ongkos dah including semua biaya tapi ternyata masih ada juga pungli alias pungutan liar. Ongkos buat tukang sampah-lah, ongkos PBB-lah. Kadang juga ada kos yang -colok dispenser nambah segini, colok kipas angin nambah segitu, colok rice cooker nambah lagi- duh. betul betul pusing kan. Jadi, cari yang dah termasuk semua ongkosnya aja biar tidak repot belakangannya.
Nah, kalau sudah jadi penghuni kos, ingatlah tuk menjalin hubungan yang baik kepada penghuni lainnya. Kalau kata dosen PKn saya nih ya Mahasiswa tuh makhluk sosial, tidak bisa hidup sendiri. Dan hal ini akan terbukti di kosan nantinya. Anggap saja penghuni kos yang lain sebagai saudara. Ntar kalau dah akrab betul bisa difungsikan dikit (disuruh nyuci, nerjain tugas, de el el). Pokoknya nikmati menjadi anak kos-kosan. Ntar kalau dah lulus nanti, kisah di kosan bisa jadi kisah yang tak terlupakan.
Enjoy aja.
haha..........!!